Rabu, Februari 25, 2009

Dinamika Demokrasi & Perpolitikan Lokal di Indonesia



Dede Mariana

Tulisan-tulisan dalam buku ini memotret bagaimana demokrasi dipahami, diintepretasi, dan dipraktikan dalam kehidupan perpolitikan di Indonesia, khususnya dalam level lokal. Banyak permasalahan yang masih menjadi tantangan untuk segera diatasi, namun tidak sedikit pula good practices yang lahir membangkitkan optimisme akan pelembagaan demokrasi.

Harga Rp. 75.000,-

Pemesanan buku hub: Bu Rise - Tlp/Fax : 0227279435

Kamis, Februari 12, 2009

Modernisasi Perdesaan - Dampak Mobilitas Penduduk


A. Djadja Saefullah

Mobilitas penduduk memiliki pengaruh mendasar terhadap perkembangan ekonomi dan perubahan sosial di daerah perdesaan Indonesia. Melalui para penduduknya yang telah berpindah ke luar telah mengurangi tekanan penduduk pada pasar tenaga kerja di desa-desa dan mengubah struktur sosial ekonomi pada masyarakat perdesaan. Mereka mempengaruhi perkembangan desa melalui kiriman penghasilan mereka yang didapat di kota dan penyebaran pengetahuan dan pengalaman mereka pada masyarakat desa. Penduduk desa terdorong untuk mencari sumber penghasilan baru di luar kegiatan pertanian dan dirangsang untuk menjadi lebih kreatif dalam mencari kehidupan ekonomi desa.
Kecenderungan tersebut perlu campurtangan kebijakan dengan memadukan strategi pembangunan daerah perkotaan dan perdesaan. perpindahan penduduk dari desa ke kota telah memunculkan keterkaitan yang kuat antara masyarakat perdesaan dengan perkotaan. Implikasinya saling ketergantungan pembangunan perdesaan dengan perkotaan tidak terhindarkan.

Harga : Rp. 75.000,-
Pemesanan Hub : Rise - 0227279435

Rabu, Juni 25, 2008

Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja di Provinsi Jawa Barat




Peningkatan kualitas tenaga kerja merupakan syarat mutlak bagi peningkatan produktivitas tenaga kerja. Produktivitas yang tinggi lebih ditentukan oleh kalitas ketimbang kuantitas tenaga kerja. Peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja yang disertai dengan penetapan standar kompetensi untuk jenis profesi yang memerlukan keahlian tertentu, misalnya tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, jasa konstruksi, dan profesi lainnya.

Dalam peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja, perlu dibentuk kelembagaan khusus yang berperan dalam memberikan masukan dan rekomendasi bagi perumusan kebijakan, strategi, program, dan kegiatan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Tanpa kehadiran kelembagaan khusus ini, upaya peningkatan l\kualitas dan produktivitas akan menjadi sulit dilakukan karena memerlukan upaya khusus yang terfokus, mulai dari pengumpulan data sampai pada pengukuran tingkat kualitas dan produktivitas. Lembaga yang dibentuk harus bersifat multi-stakeholders.

Jumat, Mei 09, 2008

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUBLIK



H. TACHJAN


Kebijakan Publik merupakan salahsatu pokok bahasan yang paling banyak dibicarakan, baik dikalangan akademisi, praktisi, maupun masyarakat awam. Masing-masing memiliki persepsi yang berbeda. Kaum akademisi mengkaji kebijakan publik sebahgai produk politik, produk hukum, bahkan sebagai media untuk memecahkan masalah (problem solver). Kalangan praktisi memandang kebijakan publik sebagai rangkaian peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan dalam bertindak. Sementara masyarakat umum mengidentikkan kebijakan publik dengan keberpihakan pemerintahan terhadap suatu isu.

Berbagai perspektif inilah yang mendorong berkembangnya studi kebijakan publik. Sebaik apapun substansi suatu kebijakan publik, tidak akan berfaedah tanpa diimplementasikan. Implementasi publik hakekatnya merupakan jembatan antara visi dan realitas.

Tulisan tentang implementasi kebijakan publik sudah banyak dipublikasikan, namun tidak banyak yang mengupasnya dari sisi administrasi publik. Ada anggapan bahwa implementasi kebijakan publik merupakan proses birokrasi semata. Padahal dalam perspektif administrasi publik, implementasi kebijakan publik adalah proses yang kompleks, melibatkan dimensi organisasi, kepemimpinan, bahkan manajerial dari pemerintah sebagai pemegang otoritas.

Buku ini ingin berusaha menguraikan kompleksitas tersebut agar terbentuk pemahaman baru tentang implementasi kebijakan publik.
Buku ini dapat diperoleh dengan harga Rp. 65.000,-
untuk pemesanan silahkan hubungi Rise - 0227279435

Jumat, Februari 22, 2008

Press Release Peluncuran Buku


PRESS RELEASE


PELUNCURAN BUKU KARYA PROF. H. JUDISTIRA K. GARNA, Ph.D
“BUDAYA SUNDA: MELINTAS WAKTU, MENANTANG MASA DEPAN”




Membahas tentang budaya Sunda seolah tidak pernah akan ada habisnya, bahkan di tengah era globalisasi yang ditengarai semakin memupus nilai-nilai budaya lokal. Globalisasi memang memunculkan paradoks, manakala universalitas dan penyeragaman identitas sebagai komunitas global (global village) justru memicu kebangkitan identitas lokal yang unik dan beragam. Penguatan budaya lokal menjadi wacana yang tidak hanya berkembang dalam lingkup budaya, tapi juga masuk dalam ranah politik, ekonomi, sosial, bahkan ketahanan nasional. Tidak hanya dalam ruang-ruang akademik, tapi juga mewujud dalam isi suatu kebijakan publik, bahkan juga dalam berbagai gerakan sosial. Namun, wacana tentang budaya lokal seringkali hanya menjadi 'debat kusir’ berkepanjangan manakala tidak ada konsep yang jelas tentang apa itu budaya lokal, bagaimana relevansi budaya lokal dengan kondisi kekinian, serta budaya lokal macam apa yang ingin dibangkitkan kembali dalam mengantisipasi tantangan zaman.

Perdebatan itu pun terjadi ketika membahas budaya Sunda. Keterbatasan sumber data tertulis yang memberikan gambaran utuh tentang kehidupan manusia Sunda sebagai pelaku budaya menjadi salahsatu kendala dalam mengurai nilai dan makna di balik setiap unsur budaya Sunda. Hal inilah yang seringkali menyebabkan interpretasi terhadap budaya Sunda menjadi sangat beragam, ada kalangan yang sangat optimis dan sebaliknya ada pula kalangan yang cenderung pesimis dengan kelangsungan hidup budaya Sunda. Buku karya Prof. Judistira K. Garna, Ph.D ini ditulis dengan suatu misi untuk memberikan sumbangan bagi pemahaman terkini tentang budaya Sunda dan masalah yang dihadapi, yang ditulis sendiri oleh orang dan yang berbudaya Sunda, dan yang berdasarkan serta tidak terlepas dari tinjauan konsep kebudayaan sebagai acuan ilmiahnya.

Peluncuran buku dan diskusi akan diselenggarakan pada hari Selasa, 26 Februari 2008 di Ruang Serba Guna (RSG) Universitas Padjadjaran Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, pukul 09.00 - 13.00. Diskusi ini akan menghadirkan penulis buku dan para pembahas dari kalangan akademisi dan praktisi budaya Sunda. Para pembahas terdiri dari Drs. Aminullah Adiwilaga (Dosen FISIP Unpad), Drs. Budi Radjab, M.Si. (Dosen Jurusan Antropologi Sosial FISIP Unpad), dan Tjetje Hidajat Padmadinata (politisi senior Jawa Barat) dengan moderator Dr. Dede Mariana, M.Si (Dosen FISIP Unpad).

Mengingat keterbatasan tempat, peserta diharapkan melakukan konfirmasi keikutsertaan pada Panitia.
Anda dapat memiliki buku ini dengan harga Rp. 75.000,-
Pemesanan silahkan hubungi Eka - 08996859609

Undangan Terbuka


Kami mengundang dengan hormat Bapak/Ibu/Saudara untuk menghadiri acara :
PELUNCURAN BUKU KARYA PROF. H. JUDISTIRA K. GARNA,Ph.D
'BUDAYA SUNDA MELINTAS WAKTU, MENANTANG MASA DEPAN'

yang diselenggarakan pada :
Hari : Selasa, 26 Februari 2008, pikul 09.00 - 12.00
Bertempat di ruang Srba Guna (RSG) Universitas Padjadjaran
Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung

Pembahas :
- Drs. Aminullah Adiwilaga
- Drs. Budi Radjab,M.Si
- Tjtetje Hidayat Padmadinata

Konfirmasi Kehadiran :
- Carol (0818219170)
- Yuce (022-7279435)

Rabu, Januari 23, 2008

Demokrasi Politik & Politik Desentralisasi


Demokrasi Politik & Politik Desentralisasi
Dede Mariana
Caroline Paskarina


Demokrasi dan desentralisasi adalah dua konsep yang saat ini tengah populer dalam wacana publik, khususnya di Indonesia. Demokrasi dan desentralisasi membawa perubahan signifikan dalam relasi kekuasaan menjadi lebih berimbang antara kekuasaan pusat dan daerah, maupun antara suprastuktur politik dengan infrastruktur politik. Isu-isu tentang politik budaya, politik ruang dalam penataan wilayah, pengelolaan sumber daya lokal, relasi pusat dan daerah, serta pengelolaan keuangan daerah menjadi isu baru yang berkembang dalam semangat demokratisasi dan desentralisasi dewasa ini. Membaca wacana yang berkembang tersebut, nyatalah bahwa ruang lingkup demokratisasi dan desentralisasi telah berkembang pesat. Memahami otonomi daerah tidak bisa sekedar menggunakan kacamata lokal, tapi juga kacamata global. Tidak bisa lagi memahami daerah secara parsial, tapi saling terkait dalam suatu kerangka regionalisme. Karena itu, dalam menterjemahkan demokrasi dan desentralisasi, diperlukan paradigma baru yang multiperspektif dan sistemik, sehingga berbagai inovasi dalam pembaharuan pemerintah daerah dapat terjamin kesinambungannya.
(buku tersebut dapat dipesan melalui email kami atau di 08996859609)